Breaking

Alasan Kenapa Hasil Ternakan Ayam Bangkok Berukuran Kecil


Ayam bangkok tidak bisa besar dan berukuran kecil merupakan sebuah fenomena yang terkadang dialami oleh para peternak ayam bangkok dan hal ini sudah dianggap biasa. Dalam beternak ayam bangkok tidak selalu membuahkan hasil seperti yang diharapkan, walaupun sudah lama berkecimpung di dunia per-ayaman kemungkinan ini masih sering terjadi. 

Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas mengenai Alasan Ternakan Ayam Bangkok Berukuran Kecil. Berbagi pengalaman mengenai hal ini memang sudah biasa terjadi, biasanya hal ini terjadi ketika kita melakukan uji coba perkawinan untuk melakukan penilaian terhadap pacek (pejantan) dan induk ayam bangkok. Walaupun induk dan pejantan berukuran besar bukan tidak mungkin anak ayam yang dihasilkan berukuran kecil, bantat, tidak padat dan semacamnya. 

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis kemungkinan ayam bangkok berukuran kecil bisa saja dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:

Karena Darah Keturunan

Untuk jenis ukuran induk (babon) dan pacek (jantan) sangat menentukan terhadap ukuran keturunannya. Pada dasarnya 70% sifat asli dari ayam berasal dari darah keturunanya. Para penghobi ayam bangkok biasanya akan memilih babon dengan ukuran yang besar untuk menghasilkan anakan yang besar.  Jika memang sudah menggunakan pejantan dan babon yang berukuran besar tapi anakan yang dihasilkan masih berukuran kecil maka cobalah untuk mengganti pasangan perkawinan keturunan. Misalnya babon A dengan Pacek B akan menghasilkan anakan besar, babon A dengan Pacek C akan Menghasilkan anakan kecil dan babon B dengan pacek C akan menghasilkan anakan sebagian besar dan sebagian kecil. Maka sebagai peternak harus lebih teliti dan bisa mengombinasikan perkawinan agar hasil yang didapat lebih maksimal.

Karena Pola Pemberian Pakan yang Tidak Sesuai 

Ayam bangkok bantat atau berukuran kecil bisa saja diakibatkan karena pemberian pakan yang tidak sesuai. Pengetahuan mengenai jenis pakan sangat penting dimiliki oleh peternak ayam bangkok, kemudian pakan juga harus disesuaikan dengan usia ayam, kebutuhan, dan untuk ayam dewasa pola pemberian pakan juga disesuaikan dengan gaya bertarung. Layaknya manusia gizi adalah faktor penentu untuk pertumbuhan, begitupun terhadap binatang. Kemungkinan ayam berukuran kecil bisa saja karena pakan yang tidak sesuai, misalnya ayam berusia kurang dari dua bulan diberikan beras jagung maka pertumbuhannya akan lambat dan tulangan tidak tumbuh secara maksimal. Sebaiknya pakan ayam harus disesuaikan dengan usia.


Karena Ayam Sempat Terserang Penyakit 

Penyakit yang menghambat pertumbuhan biasanya terjadi ketika ayam masih berusia muda. Ayam yang masih muda sangatlah membutuhkan perhatian khusus baik pakan, obat dan perawatan agar anak ayam bisa tumbuh dengan semestinya. Ayam yang sakit biasanya pertumbuhannya  akan tertinggal dengan yang lain. Banyak kasus dari para botoh yang sudah memilih babon dan pejantan yang besar tapi anak yang dihasilkan masih kecil lantaran anak ayam terserang penyakit dan lambat tumbuh. sebaiknya baca juga artikel penyakit ayam yang harus segera diobati.


Setidaknya terdapat tiga faktor yang mempengaruhi hasil ternakan ayam bangkok berukuran kecil. saran dari penulis sebaiknya memilih indukan yang berumur, kemungkinan lain anak ayam bangkok berukuran kecil adalah babon yang digunakan adalah babon yang masih berusia muda.