Breaking

Thursday, 18 August 2016

Sekilas Tentang Ayam Aduan Taiwan

Negara Taiwan masuk di kawasan Asia Timur yang  terkenal sebagai negara penghasil ayam berkualitas tinggi, entah itu petelur, pedaging, hiasan sampai aduan pun juga. Untuk kategori terakhir, yakni ayam aduan, sudah banyak ayam aduan jago Taiwan yang dijadikan indukan untuk kawin silang dengan jenis lain. Lalu, faktor apa yang membuatnya  istimewa di kalangan pecinta ayam laga hingga banyak di jadikan indukan? Di jadikan induk berarti di cari keturunannya, di cari keturunannya berarti ayam tersebut bagus.

Menurut catatan yang ada pada ayam jago Taiwan sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, jenis ayam aduan ini merupakan keturunan langsung yang berasal dari Formosa.


Baca juga:
Kelebihan dan Kekurangan Ayam Aduan Brasil
Kelemahan dan Keunggulan Ayam Saigon

Ciri-ciri utama berupa postur tinggi atletis yang mencerminkan sosok petarung sejati. Si jago Taiwan dapat bertambah tinggi mencapai 75 cm dengan kisaran bobot 4 Kg sampai 5,5 Kg. Karakteristik fisik tersebut menciptakan kesan badan sangat panjang. Anehnya bobot betina justru berkisar 3 kg sampai 3,5 kg dengan tinggi lebih pendek ketimbang pejantan.

Gaya tarung ayam aduan Taiwan terkenal tanpa diragukan lagi, bahkan pandai melancarkan pukulan keras ke bagian kepala lawan dengan tingkat akurasi tinggi. Kepala lawan bukan hanya incaran utama, bagian lain seperti leher dan punggung turut dikunci dengan serangan agresif. Gaya  teknik yang diberikan saat berkelahi tergolong sangat cepat, juga sering memperagakan “tempel pukul”, mainnya sangat rapat.

Beberapa ayam jago Taiwan juga ada dengan  teknik tarung menyerupai jenis Bangkok, seperti peluk dari arah kanan-kiri, kunci leher hingga bongkar sayap. Masih banyak teknik yang siap mengejutkan sang pemilik dan penonton. 

Bagaimana dengan kekuatan mental? Jenis jago Taiwan ini juga memiliki mental sangat bagus di arena tanding, condong enggan menyerah dalam sebuah pertandingan walaupun fisik sudah babak belur.

Pernyataan sejumlah pecinta aduan sebagaimana tertulis pada profil ayam jago Taiwan terungkap bahwa si jago muda baru berani berkelahi kalau menginjak usia 8-9 bulan. Namun itu bukan patokan pasti, malahan ada yang mulai berkelahi di usia lebih muda lagi. Semua tergantung bakat alami atau bawaan gen keturunan dari indukan jantan yang memang seorang petarung sejati.

Ayam Jago Shamo Taiwan
Selama ini banyak orang tahu Ayam Shamo hanya berasal dari Jepang, padahal Taiwan memiliki versi sendiri yang jauh lebih hebat. Sebagai ras keturunan asli, tentu agak sedikit berbeda dari versi Negeri Matahari Terbit. Postur besar merupakan ciri khas utamanya, malahan bisa tumbuh tinggi mencapai 80 cm dan bobot 7 Kg sehingga masuk kategori kelas berat super. Tak heran jenis ini sering dijadikan indukan jantan, bahkan merupakan cikal bakal Shamo versi Jepang.

Banyak pecinta aduan jatuh cinta kepada Ayam Shamo Taiwan karena memiliki pukulan berat yang mematikan. Struktur tulang lebih padat dan besar, apalagi turut ditopang tubuh tinggi besar melebihi ukuran ayam aduan jenis lain. Beberapa orang mengganggapnya sebagai lawan ideal untuk Bangkok dan Brazil.

Pertumbuhan bibit muda ayam shamo Taiwan jauh lebih cepat ketimbang ayam adu jenis lain. Ketika usia menginjak empat bulan, maka beragam metode latihan sudah bisa diterapkan langsung. Latihan sejak dini bertujuan untuk menunjang pertumbuhan otot dan tulang lebih besar lagi. Tak hanya stamina bertambah, tetapi kekuatan pukulan yang siap bikin lawan tumbang.

Menurut catatan Profil Ayam Jago Taiwan, jenis Shamo memiliki mental tempur sekuat baja. Tidak mudah gentar dan lari dari pertandingan meskipun terus dihantam pukulan bertubi-tubi. Bila dinilai secara keseluruhan dalam satu paket, Shamo Taiwan memiliki perpaduan kekuatan, stamina serta pukulan akurat yang dilengkapi otot dan struktur tulang besar. Jika ingin memiliki ayam aduan handal, pertimbangkan untuk memelihara dan melatih jenis ini.