Breaking

Monday, 22 August 2016

Sabung Ayam Tanpa Judi Itu Lebih Puas

papaji.forumotion.com
Menggeluti hobi ayam laga  mempunyai banyak sisi positif, salah satunya menghilangkan stres. Menernak ayam sejak kecil, memberi makan, dan memeliharanya bisa membawa kesenangan tersendiri. Momen memandikan dan mengelus-elus ayam jago sangat menyenangkan. Apalagi biasanya ayam kalau basah habis mandi mengepakkan badannya, lalu kukuruyuk, itu bikin hati puas banget. Saat ini kegiatan lomba atau tournament sabung ayam tanpa judi mulai rutin di adakan seperti:

1. Rumble
2. Kopdar
3. Latber piagam
4. Kontes Nasional Papaji (Paguyuban Penggemar Ayam Jago Indonesia)
5. PPAKN

Dengan konsep orientasi non judi, sehingga eksistensi komunitas di atas makin terasa dan nyata adanya dan semakin lama semakin marak di lakukan.

Setiap kegiatan tersebut mempunyai karakter dan strategi masing-masing, berikut sedikit ulasannya:

Baca  juga:
Arti Sebuah Nama Untuk Jago Kesayangan  
Ayam Aduan Terbaik Saat ini Bukan Lagi Bangkok Asli

1. Rumble

Sesuai dengan namanya menitik beratkan pada laga sesungguhnya dimana antara keterampilan dan daya tahan lebih prioritaskan.

Tips ikut rumble: peserta sebaiknya yang sudah berpengalaman dan usia ayam di atas 1 thn atau sudah mabung, selektif dalam memilih calon lawan karena tidak menggunakan protector body, jalu sama panjang, polos dengan polos.

2. Kopdar (kopi darat)
Lebih mengarah pada uji teknik dan keterampilan, menjalin silaturahmi dalam komunitas.

Tips ikut kopdar: agar menyertakan ayam gancang/cepat dan teknik kiri-kanan baik (harapannya tidak gampang ke pukul pada ronde-ronde awal) karena waktu terbatas dengan pertimbangan cepat mendapat point/nilai. Usia ayam minimal 10bln krn pada usia ini gerakan ayam sangat atraktif.

3. Latber
Latihan Bersama berpiagam semi kontes Papaji dan improfisasi dalam memilih parner tanding.

Tips ikut latber: serupa dengan Kopdar.

4. Kontes Nasional Papaji
Gabungan dari beberapa kriteria loba di mana keterampilan, daya tahan, usia/pengalaman, dan emosi di rangkum menjadi satu. Ayam akan bermain lebih dari satu kali pada hari tersebut.

Tips ikut papaji: hampir sama dengan rumble tetapi disini anda tidak boleh memilih sendiri calon lawan karena semua berdasar timbangan bobot ayam oleh sebab itu di anjurkan minimalisir bobot ayam.

5. Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN)

Sama seperti PAPAJI.

Lebih puas dan tersalurkan  kan kalau mendalami hobi secara legal tanpa rasa takut pada pihak kepolisian atau yang lainnya. Dan tentu saja ini juga menjadi ajang yang sangat menyenangkan khususnya bagi pecinta ayam laga. Dan ternyata kontes-kontes di atas sudah marak dilakukan di Indonesia, ini contohnya:

1.    Papaji di Kediri

Untuk menekan perjudian sekaligus meningkatkan taraf perekonomian, sebuah kontes aduan ayam non judi digelar di Kediri.

Ada ratusan penggemar ayam jago dari berbagai daerah di indonsia yang mengikutinya. Kontes ayam laga ini digelar paguyuban penggemar ayam jago Indonesia (Papaji) Kediri di Taman Tirtoyoso Kota Kediri.

Ada sekitar 48 ekor ayam untuk kategori team dan 600 ekor lebih ayam untuk kategori individ, bertarung dalam kontes tersebut. Mereka terbagi kedalam 4 kategori, junior, senior, utama dan bintang, tergantung pada berat ayam.

Dua ekor ayam diadu, dalam arena lingkaran seluas dua meter dalam waktu dua kali 15 menit. Jalu ayam dibungkus menggunakan karet untuk menghindari ayam terluka parah.

“Tak ada penilaian terhadap kondisi ayam. Penilaian hanya didasarkan pada jumlah pukulan ayam. Pukulan standart memiliki poin 1 poin 2 untuk pukulan telak dan 5 untuk pukulan berefect,” ujar Heru Adi Candra, selaku Ketua Panitia, Senin (01/2/2016).

Masih kata Heru, ajang kontes adu ayam ini sebagai wadah para penghobi ayam. Event ini digelar dengan label non judi untuk menekan tingginya angka perjudian sabung ayam.

“Mereka adalah murni para penghobi yang benar benar tak ingin ada prkatek perjudian didalam setiap kegiatan ayam aduannya. Selain itu, hal ini juga untuk mendongkrak perekonomian para peternak ayam,” terang Heru.

Acara tersebut mendapat tanggapan positif dari pihak kepolisian. Pihak keamanan pun memastikan bahwa acara tersebut bebas dari praktek perjudian

Untuk diketahui dalam event ini, panitia menyediakan hadiah berupa trophy, piagam dan uang pembinaan, serta 2 unit motor dan juga televisi. (nng/ted) (sumber: beritajatim.com)

2.    Papaji di Matraman, Jakarta Timur

Dua ayam jago saling mendekat dalam arena berbentuk lingkaran berdiameter 2,5 meter dengan penyekat setinggi 50 sentimeter. Tak berselang lama, dua ayam itu saling terkam, beradu cakar, dan saling mematuk. Selang 15 menit, adu tanding ayam itu pun berakhir. Tidak ada ayam yang terluka. Juga tidak ada uang yang dipertaruhkan.

Adu ayam itu dilakukan Paguyuban Penggemar Ayam Jago Indonesia (Papaji) di kediaman salah satu anggotanya, kemarin, di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

"Selama ini, persepsi negatif masyarakat pada adu ayam masih melekat karena ada unsur judi dan memamerkan sadisme. Kami ingin melepaskan kesan itu," kata Bendahara Papaji Pusat Azis Sutanto, 36 tahun, kepada Tempo.

Didirikan pada 12 Desember 2004, Papaji mengutamakan seni bertarung ayam sebagai peninggalan budaya nenek moyang. Bagi Papaji, adu tarung hanyalah sebuah arena pembuktian untuk mengukur kualitas ayam hasil ternak sendiri yang mereka pelihara. "Orientasinya ternak, dihasilkan sendiri, bukan beli," anggota Papaji, Bengar Gurning, menambahkan.

Karena itu, ajang adu ayam yang dilakukan Papaji selalu dilakukan secara legal dengan meminta izin aparat keamanan dan warga setempat. Selain itu, unsur sadisme diminimalkan dengan penggunaan penutup pada taji ayam aduan.

Menggeluti hobi ayam laga dinilai mempunyai banyak sisi positif, salah satunya menghilangkan stres. Menernak ayam sejak kecil, memberi makan, dan memeliharanya bisa membawa kesenangan tersendiri. "Momen memandikan dan mengelus-elus menyenangkan. Apalagi biasanya ayam kalau basah mengepakkan badannya, lalu kukuruyuk, itu bikin hati puas banget," ujar Bengar, yang memelihara sekitar 30 ayam jago.

Selain sebagai penghilang stres, beternak ayam laga mampu menumbuhkan sikap tekun, sabar, dan teliti. Sebab, upaya menghasilkan varietas ayam jago yang unggul sangat menuntut sikap-sikap positif tersebut.

Pengurus Papaji lainnya, Eko Jaghana, menambahkan, setiap ayam jago mempunyai karakter berbeda berdasarkan asalnya. Ayam Bangkok, misalnya, mempunyai teknik bertarung yang bagus dan daya tahannya lumayan. Ayam Burma mempunyai pukulan yang akurat, tapi tulangnya tipis. Sementara itu, ayam Vietnam mempunyai pukulan yang berat, tapi tidak bagus secara teknis.

Nah, upaya penyilangan yang tepat dan cermat dilakukan untuk mendapatkan ayam dengan gabungan varietas unggul. "Yang kami harapkan ayam dengan daya tahan yang kuat, tekniknya baik, dan punya akurasi pukulan," kata Eko. Tidak aneh, untuk mendapatkan hasil persilangan yang unggul, dibutuhkan waktu hingga 3-4 tahun.

Kesabaran dalam menernak ayam jago juga terlihat dari biaya yang dibutuhkan untuk pemeliharaan. Jack One, 41 tahun, misalnya, mengaku harus merogoh kocek hingga Rp 1 juta tiap bulan untuk merawat 37 ayam peliharaannya. Dana sebesar itu habis untuk membeli 100 kilogram pakan serta jatah madu dan telur sepekan dua kali buat setiap ekor ayam.

Menekuni hobi ayam jago sejak 1995, Jack One menilai ayam sebagai unggas yang gampang dirawat dan punya keunikan tersendiri. "Masing-masing punya cara bertarung yang beda. Ada yang tarung atas, tarung bawah, serta kombinasi," kata dia.

Karena sudah menjadi hobi, harga ayam jago pun menjadi sangat relatif. Ada ayam yang berharga ratusan ribu sampai ratusan juta rupiah, tergantung hasil adu tarung. Semakin banyak rekor kemenangan yang dicatat seekor ayam, harganya kian tinggi. "Ini kemarin ditawar Rp 5 juta belum saya lepas," kata Eko, yang punya 20-an ayam.

Kini, Papaji mempunyai anggota sekitar 5.000, yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejumlah cabang yang telah resmi berdiri di antaranya Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banjarmasin, Manado, dan Aceh. Mereka biasa melakukan pertemuan setiap bulan untuk adu tanding. Kegiatan lebih besar dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan jumlah peserta lebih banyak.

Selain uji tanding, program lain yang dilakukan Papaji adalah ternak bareng. Ini adalah program yang dilakukan sejumlah anggota Papaji untuk mendapatkan hasil anakan dari varietas ayam jago tertentu. Biasanya, sekitar 5-10 anggota patungan untuk membeli ayam jago buat diternakkan dan hasilnya dibagi rata.

Hal terpenting, kata Jack One, keberadaan Papaji diharapkan bisa memperkenalkan kembali kepada masyarakat bahwa hobi memelihara ayam laga adalah sebuah seni budaya bangsa yang harus dilestarikan. (sumber: tempo.co.id)

3.    Kontes Ayam Laga PPAKN di Pringsewu, Lampung

Guna menepis persepsi negatif masyarakat terhadap pecinta ayam laga, Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) menyelenggarakan kontes ayam laga tanpa judi, di pusat pelatihan ayam laga Kelurahan Pringsewu Timur, Kecamatan Pringsewu, Minggu (31/1/2016).

Kegiatan tersebut bersamaan dengan pelantikan pengurus PPAKN Kabupaten Pringsewu.

Ketua PPAKN Pringsewu, Bahagia Saputra mengatakan, selain untuk melestarikan budaya, kontes tersebut juga untuk mengakomodasi penghobi ayam laga.

"Karena di Pringsewu, banyak terdapat pecinta ayam laga. Selain itu, peternaknya juga banyak," ujar Bahagia.

Karena itu, Bahagia menambahkan, PPAKN berupaya menyatukan persepsi bila kontes ayam laga bukan sebagai judi.

Pada kontes tersebut, ayam yang diadu tidak ada yang sampai kalah. Sehingga, bagian jalu ayam jantan dibungkus dengan kain. Pertandingan pun dibatasi waktu. Pemenang pertandingan dinilai berdasarkan jumlah pukulan yang mendarat ke tubuh masing-masing lawan.

Ketua PPAKN Provinsi Lampung Akoh Maini berharap, dengan adanya wadah penghobi ayam laga, dapat mengubah paradigma negatif masyarakat. Sebab, lanjut dia, dengan memanajemen yang baik, pecinta ayam laga dapat menjadi sesuatu yang positif.

"Selain menjadi ajang silahturahmi antar-pecinta ayam laga, juga bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan. Semakin sering diadakan event, dapat menstimulasi peternak kecil di kampung untuk menghasilkan ayam yang bagus," kata Akoh. (sumber: TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

Sekian artikel tentang Sabung Ayam Tanpa Judi Itu Lebih Puas. Semoga bermanfaat, salam penghobi ayam laga.