Breaking

Cara Mengobati Tetelo/Newcastle Disease (ND) Ayam Aduan

gambar: papaji.forumotion.com
Virus Newcastle disease (ND) yang di Indonesia lebih dikenal dengan penyakit tetelo harus  diwaspadai oleh seluruh peternak unggas khususnya disini  unggas ayam aduan. Bila terserang penyakit ini maka kerugian bisa amat besar mengingat cepatnya perkembangan virus. Tidak jarang ayam aduan yang terserang penyakit ini mati dalam jangka waktu yang tidak lama.

Penyakti tetelo atau newcastle disease virus (ND) adalah salah satu jenis penyakit ayam akibat virus paramyxo yang merupakan virus paling berbahaya setelah flu Burung. Sampai saat ini, tidak ada satupun daerah di Indonesia yang bebas sepenuhnya dari penyakit ini. Penyakit ini sanggat banyak mendatangkan kerugian bagi peternak khususnya di sini ayam aduan, karena 90-100% dari hewan yang menderita penyakit ini mengalami kematian. Kematian ayam dapat terjadi pada ayam aduan dalam waktu singkat 1-2 hari hingga satu minggu, tergantung kondisi penanganan dan daya tahan tubuh si ayam.

Artikel terkait:

Obat Herbal Untuk Penyakit Snot Pada Ayam
Pengobatan Penyakit Pullorum/Berak Kapur/Putih Pada Ayam
 
Penyakit ini bisa menyerang ayam baik pada usia muda ataupun yang dewasa. Biasanya terjadi pada masa pancaroba atau pada musim kemarau ke musim hujan. Cara penularannya adalah melalui ludah, feses, makanan dan minuman. Penularan juga melalui udara sehingga penyakit ini mudah menyebar kemana-mana. Walaupun dapat menular melalui udara namun jangkauan areanya tidak terlalu luas dan biasanya penyakit ini tidak akan bertahan lebih dari 30 hari diarea yang dinyatakan positif terserang penyakit ini.

Fakta Tentang Penyakit Tetelo
• Secara medis penyakit ayam akibat virus, termasuk tetelo/newcastle disease (ND), tidak bisa diobati karena belum ada obat yang bisa membunuh virus termasuk juga virus flu burung.
• Tetapi virus tetelo/ND bisa mati oleh anti septik, desintektan dan deterjen. Contohnya disinfektan merek Rodalon, digunakan melalui penyemprotan untuk membunuh virus dan bakteri penyakit di sekitar kandang ayam.  Ini merupakan pencegahan penyakit tetelo yang efektif.
• Rodalon ini pernah diaplikasikan, dimasukkan ke dalam pembuluh darah ayam melalui suntikan, tapi sangat spekulatif karena bisa membahayakan ayam itu sendiri, hanya 1 ekor yang sembuh dari 4 ekor yang pernah diuji coba. 

Pencegahan Penyakit Tetelo
1. Memelihara kebersihan kandang, dan kandang harus mendapatkan sinar matahari langsun yang cukup.
2.  Penyemprotan rodalon pada kandang ayam untuk memusnahkan virus tetelo ataupun flu burung.
3.  Diberikan jamu-jamu tradisional seperti kunyit, bawang, jahe, dan yang lainnya secara berkala agar kekuatan dan kekebalan tubuh ayam terjaga. Atau juga bahan-bahan tersebut di gunakan sebagai campuran makanan poko ayam.

Baca juga:
Mengobati Cacingan Pada Ayam Aduan : Melalui Obat Alami dan Kimia 
Mengobati Penyakit Bronkitis Pada Ayam

Gejala Hingga Akut

1.  Gejala pertama yang akan dialami pada ayam aduan yang terkena tetelo adalah berak encer putih setengah bagian (seperti cat putih tercecer di lantai), sebagian lagi lembek tapi tidak encer berwarna agak kehijauan. Gejala sakit seperti lemas, lesu dan murung belum tampak. Jika cepat dipisahkan dan ditangani maka ayam bangkok bisa sembuh.
2. Jika virus tetelo bisa dilawan maka satu hari berikutnya berak menjadi normal dan sembuh. Sebaliknya jika virus tetelo makin kuat maka gejala sakit meningkat, yaitu berak encer putih makin dominan hampir semua putih encer, diiringi gejala sakit/deman seperti lemah, lesu, kurang gairah dan makan sedikit. Peningkatan gejala ini bisa terjadi beberapa jam hingga 1-2 hari.
3. Ayam aduan harus mendapatkan perlakuan khusus, jika sudah terserang penyakit tetelo/ND yaitu dengan memperlambat terjadinya gejala-gejala tetelo yang parah/akut, sehingga gejala akut seperti leher terpuntir atau kelumpuhan tidak terjadi,
4. Gejala selanjutnya dalam hitungan jam atau beberapa hari (tergantung daya tahan tubuh dan penanganan), yaitu jengger agak kebiruan (sulit dilihat), tembolok mengeras (sulit diketahui), nafsu makan turun drastis, gejala penyakit pernafasan muncul seperti megap-megap, bersin, kadang ngorok, dan gejala demam makin parah yaitu kaki dan tubuh gemetar (lemas dan meriang panas/dingin).
5. Selanjutnya gejala yang sangat kritis bisa muncul yaitu leher kejang (seperti kesulitan bernafas dengan leher ditarik memanjang dan memendek). Gejala leher kejang umumnya terjadi paling terakhir, dan akibatnya ayam tidak bisa makan (harus disuapin). Kadang gejala leher kejang diikuti dengan kaki lemas atau lumpuh.
6. Jika ayam tidak kuat maka setelah gejala leher kejang ayam akan mati dalam beberapa jam, jika masih kuat maka leher kejang berlangsung 1-2 hari hingga sembuh atau ayam sembuh dengan kepala terpuntir.

Penanganan Pada Ayam Terserang Tetelo

•  Pertama yang harus dilakukan adalah memisahkan ayam aduan sesegera mungkin sejak pertama kali menampakkan gejala awal yaitu berak sebagian besar putih encer.
•  Pemisahan bertujuan untuk menghindari penularan ke ayam lain,  mengistirahatkan ayam agar tubuhnya kuat melawan penyakit, dan untuk ditangani khusus dengan pemberian obat-obatan untuk mengurangi efek dari penyakit tetelo, seperti mengurangi deman dan untuk menambah vitamin atau jamu untuk memperkuat daya tahan tubuhnya.
•  Daya tahan tubuh ayam aduan diperkuat dengan pemberian vitamin C dosis rendah, misalnya merek IPI @50mg, berikan 1-2 x sehari. Dapat juga menambahkan multivitamin lainnya, tapi tidak boleh berlebihan karena tubuh ayam yang terserang penyakit tetelo dikhawatirkan tidak kuat menerima obat yang kebanyakan.
•  Efek deman dan rasa sakit pada ayam bangkok diatasi dengan pemberian paracetamol. Parasetamol yang bisa diberikan seperti obat flu bodrek, panadol, neozep, inza, yang kandungan utamanya paracemol 500 mg, diberikan 1/8 hingga 1/4 bagian, 2 x sehari.
•  Makanan atau air yang bisa anda berikan seperti pur atau campuran nasi atau dedak, dan sebaiknya tidak terlalu banyak agar tembolok ayam tidak terlalu penuh. Jika kebanyakan bisa menganggu leher dan pernafasan ayam.

Baca juga:
Mengobati Ayam Ngorok Dengan Obat Tradisional 
Mengobati Berak Darah Pada Ayam Dengan Obat Herbal/Alami

Penanggulangan Dengan Obat Herbal
Karena tidak ada obat medis untuk mengobati tetelo, penggunaan tanaman herbal pun dianjurkan. Adapun resep herbal untuk mengobati ayam aduan yang terkena tetelo diuraikan  di bawah ini :

•  Haluskan buah Maja, Pace/Mengkudu, Umbi Rumput Teki, bisa diblender halus atau ditumbuk. Tambahkan sedikit gula dan Ragi ( Tape )  untuk mempercepat Fermentasi dan biarkan 4 Hari , ramuan siap digunakan. Berikanl ewat mulut bisa disuapkan melalui spet ( suntikan ) yang diganti jarumnya dengan selang kecil halus. Buat ramuan ini untuk antisipasi pada musim pancaroba.
•  Berdasarkan pengalaman peternak senior ayam aduan, Bawang Merah atau Bawang Putih secara tunggal tidak bisa menyembuhkan tetelo. Tetapi campuran ramuan Kunyit 1 cm, Kencur 1/2 cm, dan Bawang Putih setiap 3 x dalam seminggu dapat mencegah tetelo (bukan mengobati, tetapi untuk mencegah sebelum terkena tetelo).
•  Perasan daun Pepaya secara tunggal berdasarkan pengalaman tidak dapat menyembuhkan tetelo.  Tetapi berdasarkan info dari BPP Nanggulan Yogyakarta, bahwa campuran ramuan Kunyit, Bawang Putih dan daun Pepaya yang diberikan secara rutin dapat mencegah penyakit flu Burung. Jika bisa mencegah flu Burung maka juga bisa mencegah tetelo, karena kedua penyakit tersebut sama-sama penyakit infeksi viral yang juga diakibatkan oleh virus.
•   Penggunaan antiseptik/desinfektan alami yaitu daun sirih bisa menyembuhkan ayam aduan dewasa yang baru terkena tetelo, tetapi belum pernah dipraktekkan kepada ayam aduan yang sudah terkena tetelo yang parah.
•  Obat tetelo yang paling ampuh yang pernah dicoba adalah campuran beberapa tanaman obat dari rimpang Kunyit Putih, daun Sirih Merah, Sambiloto, Temu Kunci. Salah satu dari tanaman obat ini sebaiknya harus ada ketika membuat ramuan obat untuk tetelo.
•  3 Jenis yang pernah dicoba adalah campuran Sirih Merah, Sambiloto, dan Temu Kunci sangat ampuh. Ramuan lainnya juga bagus adalah campuran Kunyit Putih, Temu Kunci, Sirih hijau, daun Pepaya, dan Kunyit biasa.
•  Kunyit Putih, Sambiloto dan Sirih Merah merupakan antikanker, antiinflamasi, anti radang yang banyak digunakan untuk obat kanker.  Penelitian IPB, Balitro, dan publikasi media banyak menunjukkan keampuhan tanaman obat tersebut untuk kanker dan juga untuk flu burung (juga tetelo). 

Sebaiknya buat ramuan sesuai dengan bahan yang ada, setidaknya tiga jenis tanaman obat agar ampuh. Contoh aplikasi:
1.    Sediakan daun pepaya, temu ireng, temu lawak, kulit bawang putih, kulit bawang merah, daun teh, dan daun salam. Beberapa daun tanaman juga bisa dipakai untuk menambah vitamin/mineral pada ransum, seperti daun singkong, dan daun temu-temua.
2.     Iris tipis-tipis daun-daun tersebut diatas.
3.    Rebus daun dan temu-temuan tersebut sampai mendidih, kemudian diamkan hingga hangat.
4.    Nah, air rebusan tadi dicampurkan pada air minum ayam atau untuk ditambahkan pada pakan (pakan basah).  Selain itu irisan daun/temu-temuan tersebut jangan dibuang.  Irisan-irisan tersebut dicampurkan pada ransum ayam.  Pemberian ini terutama pada pagi hari.
5.    Aplikasi ini dilakukan secara teratur, terutama pada saat pergantian musim dimana penyakit biasa timbul.  Rentang waktu pemberian obat tradisional ini sebaiknya 2-3 hari sekali.  Di luar pergantian musim seminggu sekali di rasa cukup.

Selain berfungsi sebagai pencegahan, juga untuk menambah nafsu makan pada ayam dan menambah vitamin/mineral alami. Prinsipnya, jika ayam banyak makan yang bergizi maka akan sehat.

Baca juga:
Menjadi Dokter Ayam Aduan : Part 1 
Menjadi Dokter Ayam Aduan: Part 2 
Menjadi Dokter Ayam Aduan: Part 3
 
Penanggulangan Dengan Kimia
1.  Salah satu teknik yang dikembangkan dalam mengatasi serangan penyakit tetelo ini adalah dengan menggunakan vius ND itu sendiri. Namun virus ND yang digunakan adalah virus ND yang lemah dengan mencampurnya dengan pakannya atau yang biasa dikenal dengan Vaksin ND per oral.  Penggunaan metode ini terbukti cukup ampuh mengatasi serangan penyakit tetelo.

Pemberian vaksin ND per oral merupakan cara baru dalam pemberantasan penyakit tetelo, yaitu dengan cara mencampur vaksin dengan pakan sebagai karier vaksin. Vaksin ND per oral mengandung virus ND yang tidak ganas, dan tahan selama 2 minggu pada suhu 28 0 C, sedangkan pada suhu 40 C vaksin ini tahanberbulan-bulan. Jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin RIVS 2 dan RIVS 3, dengan daya kekebalan mencapai 60 %.

Bahan dan Alat :
Bahan : Vaksin ND per-oral, gabah, beras (nasi Aron), air
Alat : Ember, gelas ukur, sendok
Cara: Gabah  jenis kecil dapat langsung dipergunakan sebagai karier vaksin, sedangkan gabah jenis besar perlu direbus selama 10 menit dalam air mendidih, kemudan diangin-anginkan, jenis ini dapat dipergunakan sebagai karier untuk ayam dewasa. Nasi Aron (beras yang direbus selama 10 – 20 menit) setelah dingin dapat dipergunakan sebagai karier vaksin untuk anak ayam

Cara Pemakaian:
Satu vial (botol kecil) vaksin ND per-oral sebanyak 2 ml dicampur dengan air bersih sebanyak 200 ml, kemudian disimpan dalam ember plastik. Kemudian campurkan pakan karier tersebut sebanyak 2 kg ke dalam larutan vaksin sedikit demi sedikit dan diaduk sampai rata.

Pakan yang telah dicampur dengan vaksin tersebut kemudian diberikan kepada ayam sebanyak 200 ekor, dengan cara ditaburkan ditempat bersih, teduh dan terindung dari sinar matahari langsung. Pakan yang telah dicampur dengan vaksin tersebut harus habis dipergunakan dalam waktu tidak kurang dari 4 jam.

Vaksin awal dilakukan dua kali (vaksin pertama dan booster) dengan interval 3 minggu. Untuk vaksinasi booster dilakukan tiga minggu setelah vaksin pertama, selanjutnya untuk vaksin ulangan dapat dilakukan setiap bulan (bulanan). Pemberian vaksin hendaknya dilakukan pagi hari sebelum ayam mendapatkan makanan lain

2.  Ada dua vaksin lagi jenis vaksin yang dapat diberikan yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif. Vaksin aktif berupa vaksin hidup yang telah dilemahkan, diantaranya yang banyak digunakan adalah strain Lentogenic terutama vaksin Hitchner B-1 dan Lasota. Vaksin aktif ini dapat menimbulkan kekebalan dalam kurun waktu yang lama sehingga penggunaan vaksin aktif lebih dianjurkan dibanding vaksin inaktif.

Program vaksinasi harus dilakukan dengan seksama dan diperhatikan masa kekebalan yang ditimbulkan. Vaksinasi pertama sebaiknya diberikan pada hari ke-empat umur ayam. Vaksinasi lanjutan pada umur empat minggu, dan selanjutnya tiap empat bulan sesuai kebutuhan.
Pemberian vaksin dapat dilakukan dengan cara:
- cara semprot,
- tetes (mata, hidung, mulut),
- campur air minum
- suntikan.
(Dosis dan cara pemakaian masing-masing silakan dilihat pada leaflet yg ada dalam vaksin).

Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan vaksinasi diantaranya :
• Vaksinasi hanya dilakukan pada ternak yang benar-benar sehat
• Vaksin segera diberikan setelah dilarutkan
• Hindari vaksin dari sinar matahari langsung
• Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan stress berat pada ternak
• Cuci tangan dengan detergen sebelum dan sesudah melakukan vaksinasi.

Sekian, semoga bermanfaat. Salam penghobi ayam laga.