Breaking

Sejarah Ayam Laga di Indonesia

Ayam laga atau sering disebut ayam adu (fighting cock, gamecock atau gamefowl) adalah ayam jantan atau ayam jago yang memiliki ciri fisik dan karakter yang cocok untuk tarung dan dipelihara khusus untuk diadu atau ditandingkan. Ayam laga yang bagus, ideal, unggul atau berkualitas adalah ciri-ciri ayam laga yang memenuhi syarat untuk menjadi ayam laga unggul. Memiliki ayam laga yang kuat dan tangguh adalah impian setiap penghobi ayam laga.

Sejarah Ayam Laga di Indonesia
Di Indonesia, adu ayam jago atau biasa disebut sabung ayam merupakan permainan ayam laga yang telah lama dilakukan sejak dahulu kala. Permainan ini ternyata tidak hanya sebuah permainan hiburan semata bagi masyarakat, tetapi merupakan sebuah cerita kehidupan baik sosial, budaya maupun politik. Sabung ayam laga ini dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit. Bahkan cerita-cerita rakyat yang sampai sekarang berkembang dan menjadi dongeng seperti cerita tentang Ciung Wanara-Kamandaka serta Cindelaras juga menceritakan tentang permainan ayam laga. Kota Tuban, Jawa Timur diyakini sebagai kota yang berperan dalam perkembangan ayam laga. Di kota pesisir ini, ayam Bangkok pertama kali diperkenalkan di negara kita. Sebetulnya, jenis ayam laga dari dalam negeri (lokal) cukup beragam, seperti ayam wareng (Madura) dan ayam kinantan (Sumatra). Namun di Indonesia sendiri sabung ayam atau adu ayam sering dikaitkan dengan ayam Bangkok. Setelah itu munculah ide untuk membudidayakan bibit ayam aduan yang berkualitas unggul. Hingga saat ini para peternak melakukan kawin silang hingga muncul berbagai ras ayam baru demi menghasilkan ayam aduan yang lebih baik dan berkualitas.

Jenis Ayam Laga
Jenis ayam laga yang paling umum dipelihara adalah ayam Bangkok. Selain ayam Bangkok, jenis lainnya yaitu ayam Shamo, ayam Burma, ayam Saigon, ayam Brazilian, ayam Philiphine dan ayam Siam, serta ayam laga lokal seperti ayam Wareng dan ayam Kinantan.
 

Ciri-Ciri Ayam Laga Berkualitas Unggul
Ayam laga bukanlah sembarangan ayam tetapi harus mempunyai ciri-ciri ayam laga yang baik. Mengetahui atau memilih ayam laga berkualitas terbaik memanglah tidak mudah, terlebih banyaknya ciri-ciri atau kategori yang harus dipenuhi suatu ayam. Beberapa ciri-ciri penting tersebut antara lain seperti pada gambar berikut.
 
Tips Membentuk Ayam Laga yang Tangguh
Untuk memperoleh ayam laga unggul maka dibutuhkan perawatan yang ekstra, meliputi perawatan untuk membentuk tulang dan otot yang kuat, perawatan rutin agar ayam laga selalu sehat, serta perawatan menjelang dan sesudah pertandingan. Bagaimana cara atau tips untuk memperoleh ayam laga yang unggul? Berikut beberapa tips yang dapat membantu untuk memperoleh dan membentuk ayam laga yang berkualitas.

Tips perawatan rutin ayam laga:
  • Berikan latihan fisik dan mental.
    Ayam laga diibaratkan sebagai atlit tinju. Oleh karena itu diperlukan latihan fisik dan mental dari ayam tersebut. Hal itu bertujuan agar ayam tampil prima saat ditarungkan dalam arena pertandingan. Sebelum mulai latihan, ayam laga dapat diberikan sedikit pakan (bukan porsi penuh) untuk energi saat latihan.
    • Latihan fisik
      Dapat dilakukan dengan senam pagi untuk melatih dan melenturkan otot, seperti senam leher, badan, sayap, dan kaki. Selain itu latihan lari juga perlu dilakukan saat sore hari dengan dibantu ayam lain. Misalnya dengan metode ayam betina diletakkan dalam kurungan kecil, kemudian ayam laga dibiarkan berlari mengelilingi ayam betina tersebut atau dengan metode lain yakni ayam laga dilatih untuk mengejar ayam untulan (ayam yang dipersiapan sebagai rekan latihan ayam laga) yang dipegang oleh pelatih. Selain itu ada pula metode latihan fisik dengan berenang di air. Yakni dengan cara ayam dimasukkan dalam kolam dan dibiarkan berenang dalam tempo tertentu. Metode latihan renang ini bertujuan agar kemampuan otot kaki dan sayap seimbang dalam bekerja. Namun metode ini sebaiknya tidak sering dilakukan karena ada risiko bulu rusak.
    • Latihan mental
      Menggunakan sistem jajal tarung dengan ayam laga lain, dimulai satu bulan sebelum pertandingan yang sebenarnya dilakukan. Frekuensi latihan dapat disesuaikan dengan kondisi ayam, namun minimal 1 kali dalam seminggu. Latihan ini dapat dilakukan saat sore hari.

  • Mandikan ayam pada pagi hari (sebaiknya saat matahari sudah bersinar)
    Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi ayam tetap bersih dan sehat. Ayam akan memperoleh suasana segar setelah mandi sehingga lebih prima untuk bertarung.
  • Setelah dimandikan, jemur ayam beberapa saat hingga kering kemudian umbar ayam hingga sore hari.
  • Berikan pakan dan minum berkualitas dengan jumlah sesuai kebutuhan ayam.
    Seperti poer, dedak, beras merah, jagung maupun pakan lain yang disesuaikan dengan umur ayam.
  • Masukkan ayam ke dalam kandang sekitar pukul 03.00-04.00 sore.
  • Dua hari sekali berikan suplemen vitamin (Super Power atau Super Top) dan makanan tambahan lain (gula merah, tomat, kecambah, minyak ikan, dll).
  • Terapkan tindakan pencegahan dan penanganan penyakit dengan tepat:
    • Pisahkan dan karantina ayam yang baru datang
    • Bersihkan kotoran kandang setiap hari
    • Semprot kandang dengan desinfektan (Medisep)
    • Cegah tikus masuk ke dalam kandang untuk mencegah kontaminasi pakan dan air minum
    • Berikan obat cacing (Levamid) secara rutin sebulan sekali
    • Segera pisahkan ayam sakit dan buang bangkai ayam mati. Beri antibiotik (Neo Meditril) saat terserang penyakit ngorok (CRD), snot (korisa), berak hijau (kolera), berak kapur (pullorum), dan gangguan pernapasan (colibacillosis). Berikan pula vitamin (Solvit) saat malam hari untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam.

Tips membentuk tulang dan otot kuat pukul:
  • Memberikan pakan berkualitas, terutama mengandung sumber protein dan energi tinggi
  • Memberikan suplemen mineral berupa grit (tepung kulit kerang atau cangkang bekicot) dan Calvita yang mengandung kalsium (Ca) dan fosfor (P)
  • Memberikan suplementasi vitamin, terutama yang mengandung vitamin B kompleks seperti Super Power dan Super Top
  • Rutin memberikan latihan fisik dan mental
Tips perawatan setelah pertandingan:
  • Oleskan CIL pada bagian tubuh ayam yang terluka
  • Berikan antibiotik Neo Meditril untuk mencegah infeksi penyakit setelah timbulnya luka
  • Sekitar 4-5 hari ayam dilepas bebas dan diberi Strong n Fit untuk mengembalikan energi
  • Hari berikutnya ayam mulai dimandikan dan dirawat rutin seperti biasa hingga ayam siap bertanding kembali

Kejadian ayam turun urat setelah ayam laga bertanding sangat sering ditemui pada ayam muda (6-12 bulan). Untuk mencegah hal ini hal yang perlu diperhatikan yakni saat latihan fisik ayam muda sebaiknya tidak terlalu berat. Namun jika terlanjur terjadi turun urat, yang perlu dilakukan yakni:
  • Biarkan ayam istirahat di kandang
  • Perban kaki ayam yang mengalami turun urat
  • Beri obat reumatik
Salam.