Breaking

Monday, 15 August 2016

Ayam Tidak Dapat Diubah Gaya Tarung

Ayam tidak bertarung dengan IQ-nya (pikiran), tapi ayam bertarung sesuai dengan instingnya. Ayam tidak memiliki IQ. Dengan demikian ayam tidak memiliki kecerdasan seperti manusia, dan ayam tidak dapat diubah gaya tarungnya.

Kalau ayam bisa cerdas, lalu dilatih dan diubah gaya tarungnya sesuai keinginan pemilik, lalu buat apa beli ayam mahal-mahal? Beli saja yang murah, dan dilatih sesuai keinginan pemiliknya.

Jadi ayam bagus itu memang sudah bawaan dari indukannya, pelatihan, perawatan, pakan, jamu, dll itu semua hanya untuk memaksimalkan potensi bakat ayam, bukan merubah gaya tarungnya.

Semisal potensi maksimal bakatnya di level 7, maka inilah kinerja maksimalnya. Tidak mungkin naik jadi level 10. Jangankan ayam, manusia sekalipun tidak bisa dilatih melampaui batas maksimal potensi bakatnya.

Contoh pemain sepakbola, Bambang Pamungkas misalnya. Dilatih seperti apapun sepertinya tidak akan bisa menyamai Lionel Messi atau Cristian Ronaldo.

Jadi genetik ayam bagus dan rawatan/latihan keduanya berperan besar dalam menentukan ayam jawara. Ayam jawara = kualitas ayam + rawatan/latihan + tandingan.

Baca juga:
7 Cara Curang Dalam Adu Ayam Ini Perlu Anda Ketahui
Cara Menambah Kekuatan Pukulan Ayam Aduan
 
Dan juga ayam tidak bisa di ubah gaya tarungnya dengan pemberian pakan apapun.

Oke, saya akan sedikit cerita terkait hal ini. Suatu ketika saya dengan teman mengunjungi sebuah pasar ayam lokal yaitu Pasar Prambanan. Pasar prambanan ini akan ramai sekali saat hari pasaran, yaitu pond an legi. Mereka yang datang adalah para penghobi ayam, penjual, dan pembeli. Saya ke pasar hanya ingin latih abar ayam saya, setelah itu pun akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena matahari sudah cukup terik.

Sesampainya di tempat parkir, ada seorang pedagang belut mendekati kami. "Belut, pak. Biar ayamnya bisa nekuk-nekuk" kata pedagang belut. Karena penasaran, saya melihat ember warna hijau yang dibawa pedagang itu.

Ada ratusan ekor belut saling melilit didalamnya. Hewan bertulang belakang tanpa sisik itu menatapku yang penasaran dengan dirinya. Sempat merinding juga melihat tubuh bulat panjang penuh lendir itu.

"masih seger mas!" suara penjual berkulit gelap itu mengagetkanku yang terpaku melihat hewan berwarna kemerahan didalam ember.

"Masa iya pak ayam bisa nekuk-nekuk tarungnya kalau dikasih makan belut?" tanyaku.

"Oh iya mas. Kasih makan segar (mentah) jangan di masak. Kalau dimasak buat makan botohnya, hehehe".

"Memangnya pengaruh ya, pak?" tanyaku kurang yakin.

"pastilah, mas. Kalau mau pukulannya bagus, beri makan kodok. Kodok kan loncatannya bagus. Nanti ayam juga pukulan loncatnya sebagus kodok" Terang penjual itu dengan muncratan air ludah ke segala arah. Dengan secepat kilat aku menghindar dari serangan tembakan liur dari si pedagang.

Sejurus kemudian aku manggut-manggut. Walau keterangan penjual begitu membabi buta menyerang keyakinanku, namun logikaku menolaknya.

"Kalau diberikan makan anakan burung, apakah juga bisa mengeluarkan jurus terbang, pak?" tanyaku mendesaknya.

"Iya, bisa!. eh..em.. mungkin mas!" jawab pedagang itu mulai sedikit ragu.

"Kalau begitu, saya kasih daging banteng aja pak. Biar bisa nyruduk musuhnya. sekali nyruduk langsung KO" komentarku sambil tersenyum.

"Lah terus belutnya, bagaimana mas?" tanya pedagang belut itu dengan mimik wajah berubah drastis dari begitu berapi-api menjadi memelas.

"Ngga jadi pak. Mau aku kasih daging banteng aja. Biar kuat nyruduknya.

 
Baca juga:
Tentang Ayam Aduan Filipina
Tentang Ayam Bangkok Berderajat 
 
Ayam tidak dapat dipengaruhi atau diubah gaya tarungnya dengan pemberian pakan atau latihan apapun. Yang dapat dilakukan manusia untuk melatih ayam hanya endurance-nya (daya tahan) dan memaksimalkan potensinya. Latihan harian seperti mandi, jemur, umbar, lari, olahraga fisik, abar, tenggar dan lainnya tidak dapat mengubah gaya tarungnya.

Salah besar ketika penghobi mengatakan dapat mengubah gaya tarung ayam atau mengatakan ayam mempunyai IQ. IQ saja tidak punya apalagi IQ tinggi. Itu omong kosong. Ayam hanya menggunakan instingnya bukan kecerdasan.

Ada seorang teman saya mengolahragakan ayamnya dengan menyusupkan tangannya ke sela-sela sayap ayam kemudian memutarnya. Kata teman agar ayam biasa disusup dan dapat melepaskan diri.

Hal ini juga sebenarnya tidak berpengaruh pada gaya tarung ayam. Mungkin otot sayap bisa dilatih agar lebih berotot, namun jika berharap ayam dapat melepaskan diri dari susupan sayap oleh lawan dengan latihan demikian, saya rasa akan sulit untuk menemui hasil yang diharapkan.

Sekian, semoga bermanfaat. Salam penghobi ayam laga.