Breaking

Monday, 22 August 2016

7 Manfaat Memelihara Ayam Kampung di Rumah

Ayam kampung atau sering disebut ayam buras merupakan jenis unggas yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat Indonesia khususnya di daerah pedesaan. Tidak hanya di pedesaan, tetapi di kota-kota pun juga banyak masyarakat yang memeliharanya. Disamping karena mudah dalam pemeliharaannya, ayam buras juga lebih tahan terhadap berbagai penyakit dan perubahan cuaca di banding dengan ayam ras atau broiler.

Lalu apa manfaat lebih jika memelihara ayam kampung sendiri di rumah? Setidaknya ada empat manfaat yang bisa sobat dapatkan jika memelihara ayam kampung, sebagai berikut:.

Baca juga:
Ayam Brahma Dengan Ukuran Jumbo Berharga Fantastis 
Ayam Hutan Merah Sebagai Cikal Bakal Ayam Peliharaan

1. Menghasilkan pendapatan

Memelihara ayam kampung jika dilakukan dengan serius dan intensif, tentu bisa menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan. Apalagi saat ini masyarakat cenderung kembali menyukai daging ayam kampung yang terkenal lebih enak dibanding ayam ras. Telur dan daging ayam kampung bernilai jual relatif tinggi. Ayam kampung biasanya dijual per satuan ekor, sedangkan telurnya dijual satuan butir. Memelihara ayam kampung dalam jumlah banyak bisa menghasilkan telur dan daging yang banyak juga. Pendapatan diperoleh dengan menjual hasil utama berupa daging dan telur serta hasil sampingan berupa pupuk kotoran ayam. Atau juga bisa dijual anakannya. Dan kalaupun hasilnya tidak dijual, setidaknya bisa dikonsumsi sendiri. Dengan demikian pengeluaran untuk pangan atau lauk berkurang dan bisa dialihkan untuk keperluan lain atau ditabung.

2. Menghasilkan pangan sumber gizi

Ayam yang dipelihara beberapa bulan sudah bisa dijadikan ayam konsumsi. Anda anda akan mendapatkan daging yang segar langsung dari halaman anda.

Telur dan daging ayam kampung terkenal sebagai pangan bergizi tinggi. Telur dan daging ayam mengandung protein hewani yang cukup tinggi. Protein hewani adalah nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan, mengganti sel-sel tubuh yang rusak dan lain-lain. Telur dan daging ayam sangat baik dikonsumsi, terlebih-lebih untuk ibu hamil dan menyusui serta bayi dan balita yang sedang tumbuh. 

3. Pakan ayam terjamin

Ketika sobat memelihara ayam sendiri, sobat mengetahui makanan apa yang dikonsumsi oleh ayam anda. Ini tentu lebih baik daripada anda membeli ayam dari peternakan atau dipasar yang tidak terjamin makanan yang disantap ayam tersebut. Tentu saja makanan yang dimakan ayam akan. 

Dan juga daging ayam kampung yang diternakan sendiri mempunyai lemak yang lebih sedikit dibandingkan jika dipelihara dipeternakan besar. Dipeternakan besar umumnya ayam diberi obat-obatan agar mereka cepat tumbuh besar. Ini tentu saja tidak sehat bagi kita.

4. Telur yang dihasilkan lebih sehat dan bergizi.

Berikut perbandingan kandungan gizi antara telur yang dihasilkan ayam kampung rumahan dengan telur yang dihasilkan dari peternakan besar:

Telur dari ayam rumahan/diumbar
* Vitamin A- 7.37mB
* Vitamin E- 763IU
* Beta Karoten- 76.2mg
* Folat 0.71g
* Omega 3-292mg
* Kolesterol-231mg

Telur dari peternak besar/menggunakan sistem baterai:
* Vitamin A-0.97mg
* Vitamin E-487IU
* Beta Karoten – 10mg
* Folat – 47mcg
* Omega 3-0.033mg
* Kolesterol – 423mg
* Lemak jenuh – 3.1

5. Sebagai hiburan di rumah

Dalam memelihara ayam kampung bisa sobat jadikan sarana hiburan di rumah kesayangan, karena biasanya ketika ayam-ayam yang dipelihara tumbuh dengan baik, kita akan senang. Atau ketika kita memberi makan ayam-ayam peliharaan akan menimbulkan kesenangan tersendiri. Demikian juga ketika kita melihat ayam-ayam berlarian dan berebutan makanan yang kita berikan juga bisa menimbulkan kebahagiaan tersendiri. Atau juga melihat indukan mengasuh anaknya, berkotek-kotek, ayam jantan berkokok atau pun anak-anak ayam yang bercicit-cicit juga bisa memberi kesenangan tersendiri dan penghilang stress setelah pulang kerja.

6. Sumber Pupuk
Selain daging dan telur, ayam kampung juga menghasilkan kotoran. Kotoran ini bisa dimanfaatkan menjadi nutrisi atau pupuk tanaman. Tanaman yang dipupuk dengan kotoran ayam akan sangat baik pertumbuhannya. Selain sebagai pupuk tanaman, kotoran ayam kampung juga bisa digunakan untuk “menyuburkan” kolam ikan. Tujuannya adalah agar pertumbuhan plankton, sebagai makanan ikan dikolam, bisa lebih banyak. Itu makanya, seringkali masyarakat memelihara ayam kampung di atas kolam ikan, yang bertujuan seperi itu, selain mungkin untuk menghemat tempat
Sekian, semoga memberi manfaat. Salam penghobi ayam.

7. Menolak Nyamuk Pembawa Penyakit Malaria
 "Kami terkejut menemukan bahwa nyamuk malaria menolak bau yang dikeluarkan ayam. Studi ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa nyamuk malaria secara aktif menghindari spesies hewan tertentu untuk makan," ujar penulis studi, Rickard Ignell. Baca selengkapnya pada artikel Bau Ayam Hidup Secara Otomatis Menolak Nyamuk Pembawa Malaria

Sekian artikel tentang 6 Manfaat Memelihara Ayam Kampung di Rumah. Semoga bermanfaat, salam penghobi ayam laga.