Breaking

Cara Mengatasi Gurem/Kutu Pada Ayam Aduan

Tentu sudah tak asing lagi bagi para pemelihara ayam khususnya ayam aduan tentang gurem/kutu. Yup, tentu saja karena ayam aduan memiliki bulu sehingga memungkinkan adanya kutu. Tetapi bila kutu telah berlebihan atau terlalu banyak hingga ratusan ribu kutu berbagai jenis dan warna (merah, hitam, dll) pada satu ekor ayam tentunya akan membuat ayam tersebut tak nyaman serta lemas, sakit, dan akhirnya mati. Bayangkan saja ratusan ribu kutu bersarang di sela-sela bulu ayam hingga wajahnya pun tak luput oleh kutu.

Saat memelihara ayam aduan, adanya hama adalah sesuatu yang sangat merugikan oleh para peternak maupun penghobi ayam laga. Terutama ketika hama tersebut menyerang pada saat ayam betina yang sedang mengerami telurnya yang disebut sebagai gurem. Mungkin istilah gurem ini banyak dipergunakan untuk menggambarkan sesuatu makhluk kecil yang membuat repot atau risih. Gurem (Dermanyssus Gallinae) yang berfamilia : dermanyssidae adalah sejenis tungau yang menyerang ayam aduan. 

Seekor induk betina ayam aduan mulai mengeram setelah bertelur sebanyak 8-15 butir. Dalam pengembangbiakan ayam aduan biasanya peternak lebih banyak menetaskan telur melalui pengeraman pada induknya. Selain mudah dan murah, mereka lebih meyakini bahwa hasil anak ayam mempunyai kondisi yang baik daripada melalui mesin penetas. Salah satunya adalah kontruksi tulang lebih kokoh dan kuat. Selain itu, peternak praktis tidak banyak mengeluarkan tenaga dan biaya. Dalam proses pengeraman alamiah ini, ayam yang sedang mengerami telurnya kurang aktif bergerak sehingga membuat gurem nyaman dan betah disini. Pada siang hari, gurem bersembunyi atau bertelur di sela-sela dinding atau tumbuhan di sekitar kandang. Dan pada malam harinya mereka akan mengerubuti ayam aduan yang sedang mengerami telurnya.

Hama ayam aduan pada umumnya adalah binatang yang sering mengganggu atau menempel pada bagian tubuh ayam sambil menghisap sari-sari makanan dari tubuh ayam tersebut. Dampak dari hama sebenarnya tidak langsung menimbulkan kematian tetapi sangat merugikan, sebab dapat mengganggu kenyamanan ayam sehingga pertumbuhan dan produktivitasnya berkurang.

Gurem merupakan parasit yang sering menyerang ayam pada waktu mengeram, sehingga menimbulkan gejala gatal-gatal yang luar biasa di sekujur tubuh. Dan tentu saja mengganggu masa pengeraman dan bisa mengakibatkan telur tidak menetas.

               
Adapun gejalanya adalah sebagai berikut :
  • Pada awalnya, ayam merasa gatal-gatal terutama pada bulu ekornya.
  • Ketika kondisinya semakin parah, rasa gatal itu melanda seluruh permukaaan tubuh.
  • Umur ayam yang diserang:
  • Gurem pada umumnya menyerang ayam yang sedang mengerami telornya, tetapi bila gurem tersebut terlalu banyak, ayam-ayam yang tidak mengerampun akan diserang pula.
  • Cara penularannya:
  • Kontak langsung dengan antara ayam yang sedang mengidap gurem dengan yang tidak.
  • Adanya angin yang membawa terbang gurem-gurem pada ayam yang sedang mengeram ke kandang ayam lainya.
Versi 2:
  • Wajah menjadi putuh pucat
  • Sayap turun, dan lemas
  • Terdapat banyak kutu ratusan ribu hingga di wajahnya.
  • Tidak mau mengerami telurnya.
  • Kutu telah menjalar ke seluruh kandang serta telur dan jeraminya.
Cara mengatasi gurem :
  • Secara fisis : Jerami atau merang tempat mengeram hendaknya selalu baru dan sebelumnya telah di jemur dibawah sinar matahari.
  • Secara Mekanis : Jerami yang suda dihinggapi gurem dibakar dan sarang disemprot dengan insektisida yang tidak berbahaya bagi ayam
  • Secara Kimiawi : Menggunakan coumaphos 0,25 sebanyak 0,8-1 galon untuk 100 ekor ayam dan dengan cara disemprot
Juga bisa menggunakan carbaryl dengan dosisi 6,25 gr yang dilarutkan dalam 3 liter air untuk 33 ekor ayam, dan efektif membunuh dalam waktu kurang dari 15 menit.

Atau menggunakan malathion, dengan dosisi serbuk malathion 4-5%, satu pound tiap ekor ayam. Jika dalam bentuk semprotan, dosisnya 0,5% dicampur dengan satu galon air untuk setiap ekornya.

Cara versi 2:  menghilangkan kutu/gurem menurut pengalaman saya:
  • Ambil Oli bekas mobil/motor.
  • Basuhkan tangan anda dan lumuri serta pijat dengan halus ke tubuh / wajah ayam kate yang terdapat kutu, tetapi jangan sampai terkena mata ayam serta jangan di celup atau dimandikan oli.
  • Untuk menghilangkan pada kandang cukup ambil kuas lalu oleskan pada seluruh kandang.
  • Ayam terkena kutu tentunya akan pucat dan lemas. Obati ayam dengan obat yang biasa dijual umum seperti Enro-B cukup 3 tetes 2x selama 2 hari.
  • Setelah ayam terlolesi oli, ambil tembakau lalu oleskan juga secara merata pada tubuhnya serta taburkan tembakau pada kandangnya.
  • Tunggu perkembangan, mudah mudahan ayam kate anda akan sembuh.
NB: Oli dan tembakau adalah perpaduan ampuh mengusir kutu./gurem

Sekian dan terimakasih. Salam penghobi ayam laga.