0 Ayam-Ayam 100% Asli Indonesia

03:53 Under From Jumari Silverius
[0 Comment]
1.Ayam  Tertawa(ayam)
   Nama lain : Manu Gaga,Gaga',Ayam ketawa,Ayam gaga
   Negara asal: Indonesia
   Berat badan : Jantan: 2-3 kg
                        Betina : 1 – 2 kg
  
Warna telur : putih

  Sisir jenis    :  variabel
 Klasifikasi Ayam : Gallus gallus domesticus


Gambar ayam








2.Ayam-hutan hijau


Ayam-hutan hijau ayam-hutan hijau, juga dikenal sebagai ayam, nama atau ayam hutan hijau Jawa, adalah burung berukuran sedang dalam famili pheasant. Karya molekul terbaru telah mengungkapkan bahwa ayam hutan dan burung yang tidak monofiletik

nama ilmiah: Gallus varius 
asal: indonesia














3.Ayam kokok balenggek

Ayam kukuak balenggek atau kokok balenggek adalah ayam lokal di Sumatera Barat, yang berasal dari Kecamatan Payung Sakaki dan Tigo Lurah ( antara lain; Simanau, Simiso Batu Bajanjang, Garabak Data, Rangkiang, Muaro dan Rangkiang Luluih), Kabupaten Solok

Kelebihan ayam kukuak balenggek


Masyarakat Minang biasa meyebut ayam kukuak belenggek dengan sebutan balenggek yang berarti irama yang bertingkat, atau baindiak menurut dialek setempat.Hal ini karena kokok ayam jantan kukuak balenggek memiliki irama yang bertingkat mulai dari 3 lenggak hingga 12 lenggek. Bahkan ada yang mampu berkokok hingga 19 lenggek. Pada ayam kukuak balenggek suara atau kokoknya terbagi atas tiga bagian, yaitu bagian depan, tengah dan akhir atau lenggek kokok. Dibandingkan dengan ayam jago biasa hanya memiliki kokok yang terdiri atas 4 suku kata dan suku kata yang terakhir lebih panjang dari tiga suku kata sebelumnya.Seperti : “ku.. ku.. ku.. kuuuuuuuuuu….”. Tetapi, pada ayam balenggek, kokoknya terdiri atas 6 – 15 suku kata, tergantung faktor genetis dan program pelatihan.

  • 6 suku kata  : ku..ku..kuuuuuuuu..ku.. ku.. ku..
  • 7 suku kata  : ku..ku..kuuuuuuuu..ku.. ku.. ku.. ku..
  • 8 suku kata  : ku..ku..kuuuuuuuu..ku.. ku.. ku.. ku.. ku.
  • dan seterusnya
  • .

    Penyebaran

    Ayam kukuak balenggek ini telah mendunia karena pada tahun 1981 seorang insinyur Belanda membawa sepasang ayam ini ke negara Belanda, karena dia terkesan dengan suaranya yang merdu dan indah. Pada tahun 1994 seorang pejabat memberikan cindera mata kepada Pangeran akishinonomiya Fumihito dari Jepang, dia sangat terkesan sekali dengan keanggunan ayam ini sehingga dia memerintahkan beberapa materinya harus memiliki ayam ini.



    4.Ayam randah batu
     Ayam randah batu, ayam lokal asli Indonesia dari daerah sumbar, endemik dari daerah Batu bajanjang, itu pula kenapa ayam ini mendapat nama BATU dibelakangnya. beberapa foto ini adalah koleksi SINAWA Bird Farm. penyelamatan ayam langka memang penuh dengan perjuangan. sedikit demi sedikit perburuan dimulai oleh abang Fipinal Pin pemilik SINAWA BF. secara fisik ayam ini berpenampilan menarik. kaki pendeknya kemudian ia mendapatkan nama RANDAH, maka dinamailah Ayam Randah Batu, yang artinya kurang lebih demikian "ayam pendek dari daerah Batu Bajangjang"
    mudahan ayam ini tetap lestari. 





    5.Ayam gaok
    Ayam lokal ini berasal dari Pulau Puteran, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Keistimewaannya adalah suara kokoknya yang cukup panjang (landeng) mirip ayam Pelung. Bentuk fisik ayam Gaok jantan besar, tegap, dan gagah. Ukuran jengger dan pialnya besar dan berwarna merah. Warna kuning kehijauan mendominasi bulu-bulunya, ditambah lagi semburat merah dan hitam pada beberapa bagian. Kaki berwarna kuning.
    Berat ayam jantan dewasa sekitar 4 kg dan ayam betina sekitar 2-2,5 kg. ayam Gaok yang dipelihara secara intensif selama pengamatan 12 minggu dapat menghasilkan produksi telur sebanyak 30,2 butir, bobot telurnya 46,7 g, fertilitas 80,1%, daya tetas 79,4%, mortalitas 15,3% dan bobot badan pada umur 8 minggu sebesar 515,8 g (Nataamijaya dan Sitorus, 1992).
    Ayam gaok jantan (standart pasaran) yg kokoknya panjang/landeng bisa 300-800 ribu rupiah, kalau yg spesial bisa mencapai jutaan rupiah. Sementara ini di daerah kabupaten Bangkalan basis ayam gaok ada di kecamatan Tanah Merah, khususnya di derah Desa Jangkar. sedangkan Gaok betina bisa mencapai 100 - 300 ribu rupiah. sedangkan harga anak ayam gaok umur 1 bulan = 10-15 ribu, 2 bulan 20-25 ribu, 3 bulan 25-30 ribu,.4 & 5 bulan berkisar 50  ribuan,...sedangkan 5-8 bulan (klancoran) bisa mencapai 50-100 ribu rupiah,... Sedangkan telur ayam gaok bisa mencapai 5-8 ribu rupiah perbutir.




    6.Ayam Bali
    Ayam Bali dikenal juga dengan sebutan ayam Olagan. Ayam ini berasal dari pulau Bali. Pejantannya dapat dipelihara guna dijadikan sebagai ayam aduan. Sedangkan ayam betina berpotensi dijadikan sebagai penghasil telur dengan produksi telur yang tinggi.

    Berdasarkan informasi yang saya dapatkan pejantan ayam Bali ini kurang tangguh dalam aduan, seringnya jika telah terpukul oleh lawan sering sekali menghindar seperti akan kabur. Namun pukulannya tidak kalah dengan ayam aduan seperti ayam Bangkok dan ayam Birma.
    Keunggulan ayam ayam Bali/Olagan lebih tahan terhadap penyakit dari pada ayam kampung.

    Saat ini populasi ayam Bali dikabarkan terus mengalami penurunan hal ini disebabkan warga Bali tidak menggunakannya untuk dipakai dalam upacara persembahan, sehingga jarang di pelihara.

    Diharapkan dinas terkait di Bali dapat memperhatikan keberadaan ayam Bali dan melakukan upaya pelestarian, jangan sampai ayam ini yang merupakan ayam aduan asli Indonesia mengalami kepunahan seperti halnya ayam ciparage yang telah punah.

    Ciri-Ciri Umum Ayam Bali/Olagan adalah :
    • Tubuh terlihat lebih kecil dari ayam Bangkok dan cenderung sama dengan ayam kampung
    • Warna bulu terdiri dari coklat, hitam yang menyatu dengan warna putih, merah dan kuning
    • Jengger kecil berwarna merah
    • Leher terlihat pendek dan bulu tidak tumbuh sempurna
    • Paruh pendek dan berwarna kuning dan kuning
    • Kaki terasa halus dan berwarna kuning terkadang berwarna putih
    • Menghasilkan telur sekitar 18 – 20 butir per periode
    • Bobot dewasa jantan 2- 2.5 Kg, sedangkan betina dewasa 1.8 - 2 Kg.


    7.Ayam Burgo 
    Ayam Burgo merupakan ayam asli Indonesia yang berkembang Propinsi Bengkulu. Persebarannya meliputi Kabupaten Rejang Lebong,  Bengkulu Utara, Kepahiang, Bengkulu Selatan, dan Bengkulu Tengah.  Ayam ini berasal dari hasil persilangan antara pejantan ayam hutan merah dengan betina ayam kampung yang memiliki tampilan bulu yang indah dan memiliki suara kokok yang merdu. Oleh karenanya ayam ini dijadikan sebagai ayam hias.

    Ayam Burgo telah diteliti guna mengetahui penampilan fisik, produktivitas, dan potensi yang dapat dimanfaatkan. Hasilnya betina ayam Burgo memiliki sifat berpotensi dijadikan sebagai penghasil telur yang baik. Namun kekurangannya memiliki ukuran tubuh yang kecil dan telur juga berukuran kecil.
    Saat ini populasi ayam Burgo dikabarkan tiap tahun terus menurun. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 diperoleh sebanyak 302 ekor yang terdiri 189 ekor jantan dan betina 113 ekor di 5 Kabupaten di Bengkulu.

    Sungguh ironis memang melihat ayam Burgo yang memiliki sifat berpotensi dijadikan sebagai penghasil telur populasinya tinggal sedikit. Perlu adanya upaya pelestarian oleh pihak terkait agar salah satu plasma nutfah Indonesia ini tidak punah.  
    Ciri-Ciri Umum Ayam Burgo Adalah :
    • Tubuh terlihat kecil
    • Warna bulu kemerahan dan coklat
    • Jengger dan Pial berwarna merah
    • Paruh dan Kaki berwarna hitam
    • Cuping berwarna putih
    • Produksi telur – belum ada infonya
    • Bobot dewasa _ belum ada infonya


    8.Ayam black sumatra

    Habitat: Indonesia (pulau Sumatra)

    Klasifikasi: Sumatroid

    Informasi latar belakang:

    ayam Black Sumatra pertamakali di perkenalkan dan diimpor oleh peternak AS bernama J. Butters dari Boston dan dikirim dari Angers point di Sumatera (Indonesia) pada tahun 1847.
    bagi sebagian orang saat ini hanya memandang Black Sumatra sebagai ayam hias,tetapi sebenarnya di balik keindahan dan kecantikan ayam ini tersembunyi sifat yang sesungguhnya yaitu ayam petarung.
    pertama kali di import ke amerika serikat Black Sumatra di gunakan dan di perkenalkan sebagai ayam petarung dan ketika disilangkan dengan jenis ayam lokal american game atau yang di kenal masyarakat indonesia sebagai ayam philipine,menghasilkan persilangan yang sangat sukses.Mereka terbukti sangat akurat, cepat dan agresif, darah sumatra sampai sekarang masih bisa di lihat di dalam silangan ayam american game yaitu dengan di tandai adanya warna hitam di kaki,paruh dan warna bulu maupun mata dari beberapa jenis american game modern saat ini.
    dahulu kala para Penduduk di sumatra menjebak dan menangkap Black Sumatra di hutan saat musim kawin ketika sifat tarung dan dominasi wilayah sangat tinggi untuk di tarungkan dan biasanya Setelah akhir musim kawin ayam dilepaskan kembali. Beberapa spesimen Black Sumatra liar ini kawin dengan beberapa ayam Local betina dan berkembang biak sehingga tercipta berbagai macam ayam lokal jenis baru di sumatra.
    Black Sumatra menunjukkan fitur pheasant. Karena ekor panjang, karakter dan pertumbuhan taji dua atau tiga beberapa ilmuwan percaya bahwa mereka adalah kerabat dekat dari keluarga burung. Setelah pengenalan pertama Black Sumatera ke Inggris pada tahun 1850-1852 dengan nama "burung Melayu" dan ke german pada tahun 1885 sebagai "Black Yokohama" mereka kemudian berkembang biak lebih banyak dan lebih digunakan untuk tujuan pameran ayam hias. ayam Black Sumatra dikenal juga sebagai ayam yang cukup baik dalam bertelur dan mengasuh anak-anaknya. Mereka sangat aktif dan waspada dan sering menggunakan kekuatan sayap mereka untuk terbang vertikal dan menghindari bahaya ataupun untuk migrasi ke luar daerahnya,black sumatra tercatat sanggup untuk terbang sejauh 2,5 Mil dengan menumpang arah laju angin.
    ketika kita ingin menternakkan Black Sumatra salah satu hal yang cukup penting untuk di perhatikan adalah tersedianya kandang yang cukup luas karna ayam ini seperti juga dengan ayam ancient breed lainnya mudah strees ketika di pelihara di kandang yang sempit.

    Ciri-ciri fisik yang khas dari Black Sumatra antara lain:

    - kepala agak kecil dengan mata gelap
    - jengger kecil dengan pial di leher yang sangat kecil
    - muka berwarna merah ungu sampai hitam (gypsy-colored face)
    - bulu kecil halus runcing yang lebat "soft feather"
    - ekor panjang melengkung seperti busur 
    - kaki hitam seluruhnya atau berwarna hijau zaitun dengan kuning di bawah kaki
    - adanya pantulan warna hijau kumbang terang di bulu Black Sumatra
    - Black Sumatra di katakan berkwalitas baik kalau jalu renteng terdiri dari 2 atau lebih
    - berat standart sumatra jantan adalah 2,5 kg dan betina 2 kg

    saat ini yang di akui sebagai black sumatra terstandart hanya ada dua varian warna yaitu warna hitam dan abu-abu yang terdiri dari 2 jenis yaitu large black sumatra dan bantam black sumatra.
    sekarang black Sumatra tidak digunakan lagi sebagai ayam petarung aktif. Namun di Perancis di mana adu ayam legal, black sumatra telah digunakan lagi sebagai ayam petarung dengan hasil yang sangat baik. walaupun telah di ternakkan untuk tujuan show dan keindahannya selama bertahun tahun di yakini sifat petarung black sumatra tidaklah ikut punah. Pemuliaan dan seleksi yang tepat seharusnya dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini untuk mengembalikan lagi sifat petarung alami dari ayam Black Sumatra

    dalam rentang 200 tahun sejak pertama kalinya di import besar-besaran pada tahun 1800an sekarang di negara aslinya yaitu indonesia black sumatra sudah punah di telan oleh masa penjajahan dan perang pada waktu itu dimana untuk makan saja rakyat indonesia susah apalagi untuk memperhatikan kelestarian jenis ayam ini,sekarang bagi kita para hobies untuk mendapatkan ayam ini harus import dari luar negri,sebuah ironi tersendiri dari seekor ayam legenda yang sangat indah

    di ambil dari berbagai macam sumber
    - “The Field” magazine (UK), data from an article written by Capt E. Duckworth (tahun 1906 )
    - american live stock conservancy
    - American Poultry Association (1998). The American Standard of Perfection
    - Victoria Roberts (2008). British poultry standards




    9.Ayam ciparage
    Salah satu ayam aduan yang memiliki gaya bertarung yang cepat adalah ayam Ciparage. Ayam Ciparage merupakan ayam buras asli dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Asal usul ayam Ciparage konon berasal dari keturunan ayam milik adipati Singaperbangsa di desa Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat
    Ayam Ciparage sangat terkenal gaya bertarungnya yang sangat mematikan bagi lawan-lawannya. Dan Sering mengalahkan lawannya yang lebih besar. Ayam ciparage dianggap sebagai ayam aduan atau ayam petarung yang terbaik dariberagam jenis ayam buras lainnya.

    Status Ciparage saat ini dikabarkan telah punah dan akibatnya ayam aduan yang berkembang di Indonesia digantikan dengan ayam Bangkok asal Thailand..  

    Ciri-Ciri Ayam Ciparage :
    • Ukuran tubuh lebih kecil dari ayam Bangkok
    • Warna bulu tidak jauh berbeda dengan ayam Bangkok terdiri dari kuning (keemasan), hitam, coklat, putih.
    • Jengger tidak bergeriri dan kecil berwarna merah beserta pialnya
    • Kaki besar dan panjang serta terlihat kuat berwarna putih
    • Menghasilkan telur 10-14 butir per periode
    • Bobot dewasa jantan 2,5 Kg, sedangkan betina 1,5 Kg.


    9.Ayam Tolaki 
    Ayam Tolaki merupakan salah satu ayam buras yang awal mulanya berasal dari daerah Konawe yang dipelihara oleh suku Konawe di Sulawesi Tenggara. Persebarannya meliputi seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Ayam ini oleh masyarakat dimanfaatkan daging dan telur. Selain itu juga dijadikan sebagai persembahan dalam upacara adat. Namun ayam tolaki kerap dijadikan sebagai ayam aduan.

    Ayam Tolaki memiliki temperamen yang cenderung liar dan gesit. Apabila didekati atau ditangkap cepat menghindar dan sulit ditangkap.

    Ciri-Ciri Ayam Tolaki :
    • Tubuh terlihat langsing, tegak, gesit dan liar.
    • Warna bulu terdiri dari putih, kuning keemasan, coklat, dan hitam
    • Jengger dan pial kecil dan berwarna merah
    • Paruh dan Kaki berwarna kekuningan
    • Ekor panjang dan melengkung
    • Menghasilka telur berkisar 14-20 butir per periode
    • Bobot dewasa baik jantan dan betina berikisar 1,2 – 2 Kg



    10.Ayam kedu 
    Ayam kedu adalah ras ayam lokal yang dikembangkan di wilayah Kedu, tepatnya di Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung, dan Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag, Magelang. Ras lokal ini dikenal karena warnanya yang hitam, namun terdapat pula tipe yang berwarna putih. Ayam kedu tengah dikembangkan sebagai ras ayam unggul.
    Ayam kedu pada awalnya berfungsi sebagai hewan ritual dan tidak dimuliakan sebagai pedaging atau petelur.

    Jenis-jenis ayam kedu

    Saat ini dikenal empat macam tipe ayam kedu:
    1. Ayam kedu hitam, seluruh tubuh dan bulu berwarna hitam, hanya jengger dan kloaka masih kemerahan
    2. Ayam kedu cemani (Sansk. cemani = hitam legam), seluruh tubuh dan bulu hitam tanpa kecuali, bahkan daging dan tulangpun kehitaman
    3. Ayam kedu putih, warna bulu putih
    4. Ayam kedu merah, berbulu hitam dan berjengger merah




    11.Ayam pelung 
    Ayam pelung adalah ras ayam lokal unggul dari daerah Cianjur, Jawa Barat. Berbeda dengan kebanyakan biakan ayam yang diseleksi untuk penampilan fisik, ayam pelung diseleksi karena suara kokokannya yang panjang dan memiliki lagu. Tentu saja hanya ayam jantan yang memiliki sifat ini.
    Ukuran ayam ini relatif besar dengan bulu yang berkilau. Tidak ada standar khusus untuk fisik, tetapi telah ada standar bagi alunan suara kokokan. Ayam dewasa berukuran 4-8 kg dengan tinggi 40-60 cm.
    Penangkar dan pemulia pertama ayam ini adalah seorang petani dan tokoh agama dari Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, bernama H. Djarkasih (Mama' Acih). Ia memulai penangkaran sejak tahun 1850 dengan mengambil seekor ayam jantan muda yang diamatinya memiliki kokokan lebih panjang daripada yang lainnya. Penangkaran dilakukan pertama kali dengan mengawinsilangkan dengan ayam betina biasa.
    Kontes dan lomba ayam pelung telah menjadi kegiatan rutin bagi penggemar-penggemar fanatiknya. Bahkan dalam kunjungan ke Indonesia, Pangeran Mahkota Naruhito dari Jepang, yang dikenal sebagai pemulia ayam ras, menaruh perhatian terhadap ras ini dan membawa beberapa contoh ke Jepang untuk dibiakkan lebih lanjut.

    Jika anda ingin memelihara ayam pelung, anda dapat menghubungi teman saya,
    Pencinta dan pemelihara ayam pelung







    Untuk yang benar-benar berminat di persilahkan mampir di SAUNG ayam pelung simkuring,perempatan kopo bandung no 378 Bandung,Atau bisa langsung call & sms ke 0812 1367 0149 / 0856 159 1959
    pin BB : 73E488A1


    Link Grup facebook Ayam Pelung Mania
    Contoh suara ayam pelung AYAM PELUNG PEJET MUDA DURASI PANJANG 
    Read More »

    0 Ayam Pakhoy

    19:50 Under From Jumari Silverius
    [0 Comment]

    Ayam Pakhoy / pakhoe / packoi / Pama khoy, merupakan salah-satu generasi ayam aduan modern. Menurut informasi ayam Pakhoy adalah ayam asli dari tanah Malaysia yang di assembled dan di improvisasi dengan perpaduan 4 darah,  Nama ini diambil dari istilah di negeri Siam yang diartikan sebagai penumpas setan atau pembunuh setan  (ฆ่าปีศาจ), setan yang dimaksudkan disini adalah sebutan untuk jenis ayam Burma / Myanmar. karena untuk ukuran kelas di bawah 3 kg Burma di kalangan di bangkok hampir tidak terkalahkan, maka ayam burma di juluki hoy=setan .
    Karakter paling mudah untuk menentukan jenis ayam ini adalah pada gaya permainannya yang cepat (menyesuaikan karena ayam birma rata2 cepat) dan dominan mematuk punggung lawan dan memukul keras kearah badan dan sayap (ayam birma mempunyai tulangan tipis tidak tahan menerima pukulan kebadan) , yang terkadang biasa disebut ayam cangkul. tehnik permainannya seperti ayam Bangkok ada peluk, nyayap, kilas, nyorok kebawah bongkar dan pukulanan keras ke sembarang badan.  pada awalnya generasi ayam Pakhoy sengaja (maaf) diciptakan tentunya dari beberapa kelemahan yang ada pada ayam Burma / Pama, namun sekarang ini sudah banyak jenis generasi yang berasal dari basic dasar ayam pakhoy ini seperti MAKHOY (pama-pakhoy), PATHAI (pakhoy-bangkok thai), Pagonthai (pakhoy-saigon-thai) dll.

    Postur ayam pakhoy biasanya memiliki body yang panjang tulangan bagus kasar lebih mendatar dan menunduk (tidak tegap gagah seperti ayam Bangkok umumnya), awalnya ukuran size lebih kecilan seimbang atau sedikit lebih besar dibanding dengan ayam Burma, karena memang awal-mulanya hanya untuk membantai ayam Burma. Warna bulunya kebanyakan seperti ayam Bangkok umumnya.
      Pengamatan kami dari pengalaman jenis ayam Pakhoy ini ada beberapa kelemahan yang perlu menjadi perhatian kita semua, bahwasanya ayam Pakhoy ini biasanya memiliki mentalitas yang kurang baik untuk bertanding dalam waktu yang lama, dan pukulannya lebih cenderung kearah badan. gerakan ayam pakhoy cenderung mendatar dan kebawah karena memang awalnya digunakan untuk melawan ayam Burma saja, sebagaimana kita ketahui gaya permainan ayam Burma cenderung menampar ke muka dan bagian atas
    Ayam Aduan menjadi bermakna bukan hanya dari ayam yang kita miliki memang baik akan tetapi kita dituntut harus bisa memahami karakter ayam kita dan harus mampu memperkirakan secara tepat lawan ayamnya.

    Memang bk dan taiwan adalah ayam super namun dengan jenis PAMA akan mati langkah

    Pakhoy/pama  memang merupakan ayam yg asik untuk di miliki dgn permainan yg bongkar pasang...
    Ciri khasnya Pakhoy salah satunya pukul badan tapi tdk semua pukul badan.
    malah ada pukul di sambungan kepala lalu sambungan leher badan seperti Nagod,
    sedangkan Hiu memang benar pukul badan baru kepala...
    Yang saya tau Pakhoy yg bagus memiliki 2 macam ciri khas...
    1. Permainan yang terus rapat seperti lengket, lebih bagus lagi bila tekuk habis langsung pukul...
    2. Bila rapat tetap akan lepaskan pukulan masuk kedalam dengan pukulan yang menyakitkan.
    PAKHOY YANG BANYAK DIMINATI
    1. Main peluk habis-habisan/ tekuk seperti kaitan sambil lakukan pukulan cangkul baru kepala...
    2. Main peluk habis sambil tekuk seperti kaitan dan kadang mancing sambil lepaskan pukulan di sambungan kepala baru sambungan batang leher badan.

    Ada juga yang bilang pama itu(bangkok birma) sedangkan pakhoy itu(magon)
    ya sudahlah yang penting 2 jenis itu sama-sama punya keistimewaan dalam bertarung.
    Read More »

    0 CIRI AYAM SIAP TARUNG

    20:03 Under From Jumari Silverius
    [0 Comment]

     

    Layaknya petinju, ayam aduan juga membutuhkan fisik yang prima sebelum turun bertanding. Tanpa fisik yang memadai tersebut, bisa dipastikan ayadu tersebut hanya menjadi bulan-bulanan pukulan lawan. Lantas bagaimana ciri ayadu yang siap tarung? Menurut Agus W, penghobi kawakan asal Solo, ada beberapa ciri yang bisa digunakan untuk melihat apakah ayadu siap atau tidak untuk diturunkan.

    Ciri pertama adalah kulit yang membungkus daging memerah alias tidak pucat. “Bagian yang memerah tersebut antara lain kepala, garis kaki, kulit diantara sela-sela kaki, kulit pantat, pok(daging pangkal sayap) dan dada,” ujarnya sembari mengisap sebatang kretek filter. Inilah, sambungnya, ciri-ciri yang mudah dikenali apabila ayam tersebut terlihat fit.

    Ciri kedua adalah bulu yang dimiliki ayam tersebut terlihat mengkilat.” Seperti berminyak, terutama bila kena sinar matahari. Ayam yang bulunya kusam menandakan ayam tersebut kurang sehat,” ujar Agus sambil membandingkan 2 ayadu miliknya dimana yang satu terlihat mengkilat dan yang satunya lagi berwarna kusam atau kumal.

    Ciri ketiga adalah ayadu tersebut banyak bergerak. Bergerak disini dalam artian ayadu terlihat garang bila menemui ayam pejantan lain. “Yang sudah siap tarung biasanya akan nabrak sangkarnya bila melihat pejantan lain, seperti gatal ingin menjajal pukulannya. Gerakan tersebut bisa juga terjadi bila melintas betina di depannya,” jelas Agus yang berperawakan tinggi besar ini.

    Ciri keempat atau terakhir adalah nafas ayadu. Untuk yang terakhir perlu adanya proses ngabar. “Kalau dalam arena sebenarnya 1 ronde 15 menit, sebaiknya ayadu dicoba dengan waktu 25 menit. Langkah ini di tempuh agar ayadu benar-benar siap di arena nantinya. Kita andaikan saja, 25 menit saja kuat apalagi cuma 15 menit,” saran Agus. Agus menambahkan untuk ayam pemula minggu pertama cukup saatu air kedua yang kemudian diteruskan minggu kedua dengan 2 air dan seterusnya. “ 3-4 air saja sudah cukup dan setelah itu siap ditarungkan,” ujarnya sambil tersenyum.

    Read More »